Qurbanisasi

"QURBANISASI”, QURBAN DARI YANG BERKECUKUPAN, KEPADA YANG MEMBUTUHKAN

Berbagi Cinta bersama Anak Yatim

Santunan bagi anak yatim dengan nuansa rekreasi yaitu Belanja Bareng Yatim

PKPU Bersama Warga Bersihkan Sisa Longsor

PKPU mengirimkan tim rescue untuk melakukan evakuasi

Pusat Pemulihan SEHATI “Sehatkan Keluarga dan Buah Hati Indonesia"

Pusat Pemulihan SEHATI merupakan salah satu dari program SEHATI yang dilaksanakan oleh PKPU Kota Semarang bersama PT. Phapros, Tbk di Kabupaten Semarang...

Berbagi Bingkisan Lebaran

PKKPU Berbagi Bingkisan Lebaran

Tampilkan postingan dengan label DRM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DRM. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Maret 2017

Apa yang akan kita lakukan ketika ancaman banjir ada dihadapan kita ?

Apa yang akan kita lakukan ketika ancaman banjir ada dihadapan kita ?

Menarik sekali pandangan teman-teman Relawan PKPU Human Initiative Cabang Jawa Tengah mengenai reaksi apa yang akan dilakukan jika menemui kondisi darurat seperti ancaman banjir tanpa memiliki peralatan memadai seperti seperangkat perahu untuk bisa menyelamatkan diri... Mari kita kupas satu persatu 😊

--------------------------------------------
Ancaman banjir bisa datang secara tiba-tiba saat kita sedang dalam keadaan kurang siaga, seperti saat malam hari atau saat kita sedang beraktivitas. Didalam ruangan seperti sekolah atau tempat kerja, kak Faruq menyarankan agar kita tetap tenang, tidak panik dan berdoa menjadi awal yang baik dalam merespons situasi darurat ini.

Di zaman tekhnologi yang semakin canggih ini, dimana orang dibelahan bumi manapun bisa mendapatkan informasi dari belahan bumi lainnya dalam hitungan detik, harus kita manfaatkan dalam situasi darurat ini. Pendapat kak Evi yang menyarankan kita untuk menyampaikan kondisi kita ke teman-teman kita maupun pihak-pihak terkait seperti Tim SAR dan BPBD menjadi langkah selanjutnya yang dapat kita lakukan agar mereka dapat membantu kita keluar dari kondisi darurat tersebut. Adapun informasi yang diberikan harus dapat dipertanggungjawabkan sehingga tidak menjadi hoax beredar di masyarakat, oleh karena itu sebaiknya dicantumkan informasi lengkap dan mudah dipahami, seperti kondisi diri dan lingkungan, posisi dari keberadaan kita saat kejadian, waktu kejadian, juga disertai nama dan nomor HP yang bisa dihubungi dari pihak pelapor kejadian.

Jika banjir sudah menjadi hal yang biasa, yakni bukan hal baru bagi lingkungan semisal di permukiman warga, biasanya warga sudah memiliki strategi untuk mengantisipasi ancaman banjir tersebut, seperti yang disampaikan kak Chacha untuk mengamankan barang-barang dirumah maupun anggota keluarga ke tempat yang lebih tinggi seperti ke lantai dua rumah juga menyiapkan Tas Siaga Bencana berisi barang-barang yang diperlukan untuk bertahan hidup sekeluarga seperti pakaian, makanan, minuman dll serta surat-surat penting seperti KK, KTP, Ijazah dll. Kemudian melakukan seperti yang disarankan kak Rahmad untuk memastikan diri dan keluarga kita ke tempat yang lebih aman dari ancaman banjir, sembari menunggu arahan/komando maupun informasi dari pihak berwenang seperti Ketua RT/RW atau Kepala Desa setempat mengenai langkah selanjutnya yang harus dilakukan.


Namun sebagai seorang relawan rescue yang ingin membantu sesama dalam misi kemanusiaan, maka safety first_atau faktor keamanan diri menjadi hal utama yang pertama harus dilakukan seperti yang diingatkan oleh _kak Ridwan, salah seorang Tim Emergency Respons PKPU di Jawa Tengah. Bahkan beliau juga mengingatkan kita sebelum menuju misi kemanusiaan di suatu tempat, sebaiknya kita memastikan terlebih dahulu keluarga kita, lingkungan sekitar kita, bagaimana kondisinya, apakah sudah aman atau justru juga mengalami kondisi darurat, agar ketika mereka membutuhkan bantuan, kitalah yang menjadi garis terdepan dalam menolong mereka.

Dalam menghadapi situasi darurat dengan berbagai bencana, tidak hanya banjir, yang telah terjadi maupun sedang mengancam ibu pertiwi akhir-akhir ini, kak Karin mengingatkan kita untuk menyiapkan diri, keluarga dan lingkungan sebagai upaya pengurangan risiko bencana. Kita memang tidak bisa menghentikan atau mencegah bencana yang akan terjadi dihadapan kita, namun kita dapat mengurangi resikonya, diantaranya dengan membekali diri dengan pengetahuan dan informasi memadai terkait ancaman bencana yang ada dilingkungan kita. Lalu bersama lingkungan masyarakat dapat membuat jalur evakuasi dan titik kumpul sebagai jalur dan area aman untuk menyelamatkan diri, keluarga dan masyarakat, juga tidak lupa membawa Tas Siaga Bencana yang telah dipapaparkan sebelumnya, sehingga dampak kerugian, kehilangan juga kerusakan dapat diminimalisir.

Budaya kesiapsiagaan tidak dapat dibentuk dengan instan melainkan dibangun atas dasar kesadaran dan kepahaman, maka sedikit coretan hasil diskusi dari studi kasus mengenai respon terhadap ancaman banjir, semoga dapat menambah wawasan bagi masyarakat dan mengingatkan kita sebagai seorang pejuang misi kemanusiaan untuk terus memperbaharui khazanah pengetahuan dengan terus belajar dan mengasah kompetensi serta melakukan edukasi kepada masyarakat agar memiliki karakter tangguh dalam menghadapi situasi dan kondisi apapun. 

Surakarta, 3 Maret 2017
Ditulis dalam rangka mendukung Apel Siaga Bencana yang dilakukan "Disaster Risk Management" PKPU Human Initiative serentak diseluruh Indonesia

Selasa, 22 Desember 2015

Ulang Tahun Ke-57, Yayasan Mardi Waluyo Berikan Santunan Kepada 57 Ibu Tangguh di Hari Ibu.

Dok. PKPU

Yayasan Mardi Waluyo Semarang bekerjasama dengan Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Cabang Semarang mengadakan acara bantuan santunan kepada para ibu, Semarang (22/12/2015).

Acara tersebut diselenggarakan di Kantor Yayasan Mardi Waluyo Semarang. Jalan Veteran II No. 10 Kota Semarang.

Acara tersebut, bertepatan 22 Desember Hari Ibu yang diselenggarakan dalam rangka ulang tahun Yayasan Mardi Waluyo yang ke-57 dimulai pukul 09.30 – 12.00 WIB. Bertujuan untuk memberikan penghargaan atas perjuangan kaum ibu khususnya para ibu yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Mardi Waluyo memberikan santunan uang sebesar Rp 150.000 dan paket sembako kepada tiap – tiap penerima manfaat sebanyak 57 orang. Penerima manfaat berasal dari kecamatan Semarang Selatan, Semarang Barat, Gayamsari, Tugu, Gunung Pati dan Semarang Timur.

Menurut Siti Handayu Pranowo perwakilan dari Yayasan Mardi Waluyo, program yang diselnggarakan ini merupakan kepedulian yayasan kepada para kaum ibu.

“Program ini dalam rangka tasyakuran ke – 57, kami wujudkan bentuk kepedulian kepada 57 Ibu tangguh.  Karena dengan ketulusan ibu – ibu menopang keluarga ini, ada perjuangan membangun Negara. Selamat berjuang wahai Ibu – Ibu tangguh, apapun yang dihadapi pasti ada solusi dari Allah SWT”, tutur Siti Handayu Pranowo disela – sela sambutannya.

Acara dilanjutkan dengan simbolis pemberian santunan dan motivasi oleh Bu Maskufah.
Selain acara pada hari ini, Yayasan Mardi Waluyo dalam rangka ulang tahun ke – 57 menyelenggarakan serangkaian kegiatan lain, yaitu Pelatihan terapis aktif (pijat) pada tanggal 12 November dan Wisata yatim pada tanggal 29 November dan ditutup dengan Santunan Ibu Tangguh di hari ini yang bekerjasama pula dengan PKPU Semarang.

(Abhy)

Selasa, 15 Desember 2015

IBU INI, HIDUPI KETIGA ANAKNYA DENGAN MEMBERSIHKAN MAKAM

ilustrasi : http://www.timlo.net/

Bagi sebagian orang, makam merupakan tempat yang menakutkan. Tapi bagi Ibu tiga anak ini, makam seperti kebun atau taman yang terus dibersihkan dan dirawat. Ia biasa disapa Ibu Jum. Pekerjaan Ibu Jum adalah membersihkan makam yang ada disamping rumahnya. Ia diberi ‘warisan” petak makam dari orangtuanya. Untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, dari makam tersebut Ibu jumiarti mendapat upah. Anak pertama sudah bekerja, sedangkan Ibu Jum masih menyekolahkan anak kedua di bangku kuliah, dan anak ketiganya yang masih kelas tiga SD.


Dari hasil merawat makam, biasanya Jumiarti mendapatkan kurang lebih 250 – 300 ribu perbulan. Ia mendapatkan upah hanya jika ada keluarga yang dimakamkan disekitarnya berkunjung ke pemakaman.

Senin, 07 Desember 2015

KEJAR SURGA DENGAN SEDEKAHMU

PROGRAM SEDEKAH AKHIR TAHUN


BEASISWA CITA-CITA
Program ini bertujuan mencetak generasi yang berprestasi dan berkarakter dengan memberikan beasiswa sampai sarjana. Penerima manfaat dari program ini adalah mahasiswa berprestasi akademik di Fakultas Kedokteran, Fakultas Keperawatan dan Keguruan yang berasal dari keluarga tidak mampu (dhuafa).

Nilai Donasi : Rp 500.000



PEMBANGUNAN SARANA AIR BERSIH
Program ini bertujuan untuk memberikan akses air bersih kepada warga dengan pembangunan sarana air bersih. Lokasi program adalah Dusun Gambir Anom, Gondang Manis, Desa Gambir Legi ke Pracimantoro, Wonogiri. Selama ini, daerah tersebut ketika musim kemarau sering mengalami kekeringan panjang.

Nilai Donasi : Rp 500.000



Download brosur via ziddu atau 4shared


LAYANAN
  1. Konsultasi dan Perhitungan Zakat
  2. Penggalangan Dana Zakat, Infaq, dan Shodaqoh (ZIS), Wakaf, dan Kemanusiaan Umum
  3. Tabungan Donasi Qurban
  4. Mitra Program CSR (Corporate Social Responsibility)
  5. Layanan Jemput Donasi di Kantor/Rumah
TRANSFER DANA VIA REKENING BANK KHUSUS ZAKAT
BNI         : 00.3366.7283 
BCA : 252.301.6075 
Mandiri : 136.001.005.3111 
BRI   : 032.501.001.422.308 
BMI : 501.0049.441 
Bank Jateng : 1.055.00071.5 

TRANSFER DANA VIA REKENING BANK KHUSUS INFAQ/KEMANUSIAAN
Mandiri (Infaq)         : 135.005.566.7784 
BNI Syariah (Infaq) : 55.44.33.7075 

Konfirmasi Donasi
08112 7875 78

WA 085799761104
Pin BB 5AE6AB3D
Twitter @pkpusemarang
Email semarang@pkpu.or.id
Facebook PKPU Semarang

Kantor Cabang Semarang
Setiabudi No.70 Banyumanik
Semarang 50269
Telp/Fax 024 - 7477405

Kamis, 26 November 2015

DI MUSIM HUJAN, DAERAH INI MASIH KEKURANGAN AIR





Daerah Wonogiri merupakan daerah pegunungan karet, sehingga di beberapa daerah penduduknya hanya mengandalkan air hujan untuk aktivitas sehari-hari dan pertanian.Warga menampung air hujan menggunakan talang air ditepian atap rumahnya untuk kemudian air tersebut dialirkan menuju bak-bak penampungan yang berada didalam rumah. Karena belum ada warga  yang berhasil membuat sumur, sepanjang musim kemarau warga membeli air, rata – rata setiap keluarga membeli dua tanki air setiap bulannya.Seperti di desa Gambir Manis dusun Gambir Anom, di Dusun ini terdapat 56 KK, rata-rata mata pencaharian mereka sebagai petani. Banyak diantara warga yang kemudian menjual ternaknya untuk membeli air.  
PKPU memilih daerah ini untuk menjadi sasaran program Pembangunan sistem air bersih karena kebutuhan air yang cukup besar bagi warga dan sangat penting untuk memenuhi kehidupan sehari-hari mereka dan juga buat hewan-hewan ternak. Kondisi ekonomi yang masih berada dibawah rata-rata menyebabkan mereka tidak mampu mengusahakan PAM secara mandiri. Guyup rukun, kerjasama dan besarnya partisipasi untuk membangun PAM membuktikan bahwa warga mempunyai sense of belonging terhadap program ini. Dan itu menunjukkan bahwa mereka siap bekerjasama dan dibuktikan oleh warga dengan mereka siap memberikan support secara penuh dengan menyediakan tenaga sebagai bentuk partisipasi program.
Pembangunan sistem air bersih, sebuah program penyediaan sarana sanitasi air bersih (Hygiene Sanitation) berbasis masyarakat, dengan artian  program ini menerapkan Participatory Hygiene and Sanitation Transformation  (PHAST)  dimana setiap pelaksanaannya melibatkan penuh masyarakat. Tidak hanya sekedar menyediakan sarana air bersih, program ini juga memberikan edukasi terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk stop buang air besar sembarangan.
Agar program dapat terus berjalan secara baik dalam jangka waktu yang lama, maka dibentuk juga badan pengelola sarana air bersih. Badan pengelola ini yang nantinya akan menjadi pionir pada masyarakat untuk terus meningkatkan PHBS serta memelihara dengan baik sarana sanitasi yang telah diberikan.
Selain itu untuk mengefektifkan dalam pengambilan segala bentuk kebijakan terkait teknis pelaksanaan program, akan diadakan juga proses rembuk warga yang akan memfasilitasi warga penerima bantuan, donatur dan PKPU dalam hal menyepakati ketentuan-ketentuan terkait dengan hak, kewajiban serta tugas pihak-pihak terkait. Rembuk warga juga digunakan untuk melakukan evaluasi kegiatan guna menemukan solusi dari kendala-kendala yang terjadi dilapangan pada saat program berjalan.

Nama Program
Berbagi Air  “Pembangunan Sistem Air Bersih”

Tujuan Program
Pembangunan Sistem Air Bersih memiliki tujuan:
·     Menyediakan fasilitas dan sistem air bersih untuk warga dilokasi program demi meningkatkan taraf kesehatan warga
·  Mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan air bersih bagi kehidupan sehari-hari
·   Meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pola hidup bersih dan sehat (PHBS)



Bagi Anda yang ingin membantu meringankan beban mereka, bisa mentransferkan donasi Anda ke
Mandiri 135.005.556.7784
BNI Syariah 55.44.33.7075

Konfirmasi Donasi 08112 7875 78


Rabu, 28 Oktober 2015

PARA PROFESOR FEB UNDIP LELANG LAGU UNTUK BANTU KORBAN ASAP


Dok. PKPU
Tak puas di hari prosesi wisuda S1 kemarin (27/10/2015), hari selanjutnya Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro kembali mengadakan aksi penggalangan donasi untuk para korban asap Palangkaraya di tengah proses wisuda S2 dan S3 periode Oktober di Hotel Santika, Semarang (28/10/2015).

Jika saat wisuda S1, penggalangan donasi dilakukan dan diwakilkan oleh para wisudawan dengan menyebarkan kotak – kotak amal ke seluruh peserta undangan, kali ini tak hanya itu, tasyakuran wisuda program pascasarjana FEB Undip periode oktober ini dihiasi dengan lelang lagu yang dibawakan oleh Prof. Dr. Augusti Tae Ferdinand dan Prof. Drs. Imam Ghozali, termasuk Dekan FEB Undip sendiri, Dr. Suharnomo, M.Si.  
Menurut Dekan FEB Undip, Dr. Suharnomo, M.Si menyampaikan bahwa berterima kasih kepada para wisudawan atas simpati, empati dan kepeduliannya untuk membantu para korban bencana asap.

“Semoga ditengah kebahagiaan ini kita tidak menjadi lupa untuk  senantiasa memberikan yang terbaik kepada saudara kita yang dilanda kesusahan. Sehingga menjadi modal kita, tak hanya pintar dalam hal akademik, tetapi juga mempunyai hati nurani”, tutur Suharmono.

Donasi yang berhasil dikumpulkan sebanyak Rp 40.152.500,- dan akan di distribusikan melalui Lembaga Kemanusiaan Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Cabang Semarang.

Sampai 26 Oktober 2015, PKPU telah melaksanakan aksi, baik di Sumatra dan Kalimantan dengan penerima manfaat 11.979 jiwa meliputi pembagian masker N95, tabung oksigen, alat penjernih udara dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Menurut Kepala Cabang PKPU Semarang, M. Miftahul Surur menyampaikan bahwa sudah lebih dari 43 juta jiwa penduduk terpapar oleh asap dan masih membutuhkan pertolongan dan kepedulian dari warga se- Indonesia.

“Korban karena terpapar asap semakin bertambah, sementara yang kami catat ada 43 juta jiwa dan kemungkinan jumlah penderita yang sebenarnya lebih daripada itu. Karena sebagian masyarakat sakit tidak berobat ke Puskesmas atau rumah sakit. Mereka berobat mandiri sehingga tidak tercatat” tutur Surur.


(Abhy)

Selasa, 27 Oktober 2015

PENGGALANGAN DONASI UNTUK KORBAN ASAP DI TENGAH PROSES WISUDA FEB UNDIP


dok.pkpu
Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) bekerjasama Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro mengadakan aksi penggalangan donasi untuk para korban asap di tengah proses wisuda periode ke – 140, Semarang (27/10/2015) di Hotel Patra Jasa Semarang.

Aksi penggalangan donasi dilakukan oleh perwakilan dari dan kepada para wisudawan serta para tamu undangan yang hadir. Selanjutnya, berlanjut ke acara simbolisasi penyerahan donasi oleh Dekan FEB Undip kepada PKPU dan diakhiri foto bersama.

Menurut Dekan FEB Undip, Dr. Suharnomo, M.Si menyampaikan di sela – sela sambutannya bahwa aksi penggalangan donasi tersebut merupakan salah satu bentuk ajakan untuk peduli kepada sesama warga Indonesia di tengah hari kegembiraan saat wisuda. Donasi yang berhasil terkumpul sebesar Rp 20.223.900,-


“Mari kita bantu saudara kita yang dilanda bencana asap. Semoga wisudawan yang menyumbang, diberi pekerjaan yang mumpuni”, tutur Suharmono.

Sampai 26 Oktober 2015, PKPU telah melaksanakan aksi, baik di Sumatra dan Kalimantan dengan penerima manfaat 11.979 jiwa meliputi pembagian masker N95, tabung oksigen, alat penjernih udara dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Berdasarkan data dari Humas BNPB, bencana asap telah menyebabkan 503.874 jiwa sakit ISPA di 6 provinsi sejak 1 Juli-23 Oktober 2015. Jumlah masing-masing provinsi adalah 80.263 di Riau, 129.229 di Jambi, 101.333 di Sumsel, 43.477 di Kalbar, 52.142 di Kalteng dan 97.430 di Kalsel.

Menurut Kepala Cabang PKPU Semarang, M. Miftahul Surur menyampaikan bahwa sudah lebih dari 43 juta jiwa penduduk terpapar oleh asap dan masih membutuhkan pertolongan dan kepedulian dari warga se- Indonesia.

“Korban karena terpapar asap semakin bertambah, sementara yang kami catat ada 43 juta jiwa dan kemungkinan jumlah penderita yang sebenarnya lebih daripada itu. Karena sebagian masyarakat sakit tidak berobat ke Puskesmas atau rumah sakit. Mereka berobat mandiri sehingga tidak tercatat” tutur Surur. (Abhy)

Kamis, 22 Oktober 2015

250.000 LITER AIR BERSIH DI BERIKAN KE WARGA GROBOGAN YANG MENGALAMI KEKERINGAN

Dok. PKPU


Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nurul Barqi PT Indonesia Power bekerja sama dengan Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Cabang Semarang mengadakan pemberian bantuan air bersih sebanyak 50 truk tanki air atau setara dengan 250.000 liter air kepada warga yang mengalami kekeringan di Kabupaten Grobogan.

Penyaluran  dilaksanakan 20 hingga 24 Oktober 2015 di berbagai desa dan kecamatan di kabupaten Grobogan. Penyaluran pertama sebanyak 5 truk tanki air sudah dilaksanakan pada hari selasa lalu (20/10) di desa Kropak.

Sejak awal Juni 2015, wilayah kabupaten Grobogan mengalami kekeringan. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan, wilayah yang mengalami kekeringan parah terjadi di timur sungai Serang seperti Kecamatan Purwodadi, Geyer, Toroh, Pulokulon, Kradenan, Gabus, Ngaringan, Wirosari, Tawangharjo, dan Grobogan. Dan wilayah kecamatan tersebut merupakan wilayah sasaran distribusi air bersih.

Menurut Musyafa, Koordinator Disaster Management Risk (DRM) PKPU Semarang, meyampaikan bahwa PKPU sudah berkoordinasi dengan BPBD dan relawan lokal untuk memetakan daerah terdampak kekeringan dan mempersiapkan dropping air bersih.


Kekeringan di Kabupaten Grobogan meluas. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ada 107 desa yang terkena. Padahal sekitar dua bulan lalu baru 57 desa yang mengalami kekeringan. Hampir seluruh sumber air bersih seperti sumur gali dan sungai di Grobogan kering. Air yang sudah didistribusikan dibutuhkan warga bisa digunakan untuk konsumsi atau kebutuhkan lain.” , tutur Musyafa. (Abhy)

Selasa, 20 Oktober 2015

[VIDEO] WARGA GROBOGAN BEREBUT SAAT DIBERI BANTUAN AIR


Dok. PKPU
Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Cabang Semarang bekerjasama dengan LAZ Nurul Barqi PT Indonesia Power mengadakan acara pemberian bantuan air bersih 50 tanki air atau setara dengan 250.000 liter untuk daerah kekeringan secara bertahap, Semarang (20/10/2015). Acara tersebut diselenggarakan di Desa Kropak Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan.

Untuk hari ini, lima truk tangki air bersih berisi 5000 liter per tangki disalurkan untuk warga dusun Bulu dan Dusun Karanggeneng Desa Kropak.  Masyarakat segera berbondong – bondong untuk menerima bantuan air tersebut. Sempat warga berdesak – desakkan untuk berebut air, namun tim PKPU segera mengkondisikan agar pembagian air menjadi kembali teratur.
Menurut Mahmudah (30) salah satu warga, menyampaikan bahwa daerahnya sudah mengalami kekeringan selama 7 bulan terakhir ini.

“Selama ini kami mandi dan masak pakai PAM, tapi tidak begitu deras dan mencukupi”, tutur Mahmudah

(Abhy)





Minggu, 18 Oktober 2015

"DONGENG DI NEGERI ASAP"

Dok. PKPU
Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) bekerjasama Persatuan Pendongeng Muslim Indonesia (PPMI) dan Pusat Komunikasi Daerah Forum Silahturahim Lembaga Dakwah Kampus (PUSKOMDA FSLDK) Semarang Raya mengadakan aksi mendongeng guna penggalangan donasi untuk para korban asap, Semarang (18/10/2015). di kawasan Taman KB, Car Free Day Simpang Lima Semarang.
Acara yang diberi judul “Dongeng di Negeri Asap” ini,  menceritakan penderitaan korban asap di Kalimantan dan Sumatera dibungkus dengan cerita yang menarik untuk anak – anak. Dibawakan tiga pendongeng, Kak Kempho, Kak Jendro dan Kak Danar melakukan aksi dongeng dari pukul 06.30 hingga 09.30 dengan ditonton anak – anak dan para orang tua yang menghadiri sekitar Car Free Day. Selain itu, di aksi mendongeng tersebut, dilakukan juga aksi galang donasi untuk para korban asap dibantu oleh PUSKOMDA FSLDK di sekitar kawasan simpang lima Semarang. Menurut Rizal (28) salah satu pengunjung, mengaku tertarik dengan aksi mendonggeng karena baru dijumpai aksi galang dana dengan konsep mendongeng.

“Acaranya menarik ya, baru ada sepertinya aksi galang sosial dengan konsep seperti ini. Saya bersama keluarga dan anak yang sedang jalan – jalan, antusias mendengar ceritanya, apalagi anak saya”, tutur Rizal.
Menurut Abhy, MarComm PKPU Semarang menyampaikan bahwa saat ini para korban bencana asap masih sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan. Rencana aksi PKPU akan melakukan program pelayanan kesehatan, distribusi masker N95, ruang bebas asap dan satu tabung oksigen untuk satu keluarga.

“Asap di Sumatera dan Kalimantan masih saja pekat dan korban semakin banyak. Kami masih mengharapkan uluran kepedulian masyarakat sekitar dan akan kami bantu distibusikan sekuat tenaga”, tutur Abhy.


Sementara hasil donasi yang berhasil dikumpulkan di aksi hari itu sebesar Rp 2.589.000. 
(Abhy)



Minggu, 04 Oktober 2015

SAMPAI MALAM, WARGA ROWOSARI RELA MENUNGGU BANTUAN AIR

Dok. PKPU

Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) bekerjasama dengan ZIS (Zakat Infaq Sodaqoh) Indosat mengadakan acara penyaluran air bersih untuk daerah kekeringan, Semarang (2/10/2015). Acara tersebut diselenggarakan di RW 9 Kelurahan Rowosari, Tembalang Semarang.

Sejak hari kamis, tim PKPU Semarang berusaha mencari air bersih untuk digunakan sebagai bantuan kepada warga Rowosari. Namun, diharuskan untuk menunggu dikarenakan sumber air di semarang juga mulai surut. Oleh karena itu, hingga hari jumat, bantuan air bersih sebanyak 9 tanki air baru bisa disalurkan.

Tak hanya itu, akses jalan menuju daerah Rowosari juga membuat truk tanki air berjalan lambat. Hingga rencana dropping air sebanyak 9 tangki ukuran 6.000 liter akhirnya baru bisa terlaksana setelah waktu sholat magrib hingga dini hari menjelang subuh.

Menurut Lina (25) salah satu warga , menyampaikan bahwa daerahnya sudah mengalami kekeringan selama 4 bulan terakhir ini.

“Daerah kami sudah kekeringan semenjak 4 bulan yang lalu. Kalau mandi warga, seringnya di sungai, tapi kalau untuk masak jika yang mampu, beli pakai air galon” tutur Lina.

Air sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi warga Rowosari. Hal itu terlihat saat penyaluran bantuan terjadi, warga terlihat tidak sabar dan berdesak – desakan untuk berebut mengambil air. Namun, berhasil dikondisikan oleh tim PKPU, karena berpotensi menimbulkan kericuhan. (Abhy)

Rabu, 22 April 2015

PT. PLN JMK AWALI SALURKAN DANA ZAKAT KARYAWAN DENGAN SANTUNAN GURU TPQ

Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Cabang Semarang bekerjasama dengan Lazis PT. PLN (Persero) Jasa Manajemen Kontruksi, mengadakan acara Peduli Pengajar, berupa santunan untuk Guru TPQ (Taman Pendidikan Al Qur’an), Semarang (22/4/2015). Acara tersebut dimulai pada pukul 16.00 WIB dan diselenggarakan di aula Kantor Kecamatan Gajah Mungkur.

Donasi sebesar Rp 40.810.000 dipercayakan melalui PKPU untuk disalurkan kepada para guru TPQ wilayah kecamatan Gajah Mungkur.  Acara diisi dengan pembukaan, tilawah, sambutan dari pihak PLN, PKPU dan BADKO (Badan Kordinasi) Kecamatan Gajah Mungkur.  Dilanjutkan dengan simbolisasi penyerahan donasi, motivasi oleh Ustad Usep Badruzzaman dan diakhiri dengan penutup.
Menurut Sekretaris Lazis PT. PLN JMK, Very Setyawan menyatakan bahwa kagum terhadap guru – guru TPQ yang mempunyai kemauan mengajar Al Quran kepada masyarakat. “Santunan ini merupakan wujud kepedulian Lazis PT. PLN JMK terhadap para guru TPQ atas dedikasinya”. ujar Very.

Dari Kepala Cabang PKPU Semarang, M. Miftahul Surur juga menyampaikan bahwa berterima kasih atas kepercayaannya PT. PLN JMK kepada PKPU. “Terima kasih kepada PT PLN JMK atas sinerginya dalam program sosial untuk masyarakat dalam penyaluran dana zakat karyawannya. Semoga PT. PLN umurnya diberikan keberkahan”, ujar Surur.


Selain untuk santunan guru TPQ, PT. PLN JMK juga melalui perjanjian kerjasama kepada PKPU Semarang menyalurkan dana zakat karyawan untuk program pemberdayaan ekonomi, Kelompok Usaha Masyarakat (KUMM) dan program kesehatan, yaitu Program Kesehatan Masyarakat Keliling (PROSMILING).

(Abhy)

Minggu, 01 Februari 2015

RSUP Dr. Kariadi Serahkan Donasi Untuk Para Korban Pasca Bencana Longsor Banjarnegara

Semarang, (22/1/2015). Pada hingga saat ini, para korban longsor Banjarnegara masih membutuhkan bantuan recovery pasca bencana.  Mengetahui hal tersebut, RSUP Dr. Kariadi Semarang menyalurkan bantuan donasinya kepada PKPU Semarang sebesar Rp 46.078.000,-. Dana tersebut merupukan kumpulan donasi dari para dokter beserta para karyawan dari RSUP Dr. Kariadi.
Donasi tersebut diserahkan langsung oleh dr. Darwito, SH, S. B, Sp.(K) Onk,  selaku Direktur Umum & Operasional RSUP Dr. Kariadi Semarang. 
“Kami berharap dana ini bisa sedikit membantu para korban longsor Banjarnegara”, tutur beliau.

Dari PKPU Semarang, donasi tersebut akan digunakan untuk program penyediaan sarana air bersih, program kesiapsiagaan terhadap bencana tanah longsor dan lain – lain. (Abhy)

Minggu, 31 Agustus 2014

RESPON AKSI KEMANUSIAAN DI GAZA, PALESTINA - PKPU



I. Informasi Kunci
1.      Pada 07 Juli 2014, Israel melancarkan serangan ke GAZA dengan kode“Operation Protective Edge”.
2.      UNOCHA melansir jumlah korban tewas sampai dengan 12/8/2014 sebanyak lebih dari 1960 jiwa, 1395 diantaranya warga sipil, termasuk 458 anak-anak dan lebih dari 327 wanita dan ribuan lainnya mengalami luka-luka.
3.      Sebanyak 386,000 warga diungsikan di penampungan UNRWA (UN Relief and Works Agency), penampungan sementara milik pemerintah atau keluarga angkat.
4.      Kerusakan fasilitas air bersih dan sanitasi diperkirakan telah mencapai 1,5Juta dollar, menyebabkan lebih dari 1,5 juta jiwa kehilangan akses pelayanan dasar.
5.      Setidaknya 10,800 bangunan rusak parah, kebutuhan peralatan untuk perbaikan di penampungan darurat seperti terpal dan juga selimut dan makanan.
6.      Lebih dari 140 sekolah juga fasilitas pengobatan telah rusak dan fasilitas kesehatan diambang kehancuran.
7.      Distribusi peralatan darurat medis sangat minim dan bahan bakar ambulan dan generator rumah sakit langka.
8.      Lebih dari 370,000 anak-anak yang kehilangan keluarga, terluka atau kehilangan rumah mereka, membutuhkan konseling dan dukungan lainnya.
9.      Layanan kesehatan, obat-obatan, makanan dan air bersih masih menjadi kebutuhan mendesak sampai saat ini.

II. Gambaran Umum
            Kesepakatan gencatan senjata selama 72 jam dari kedua belah pihak melalui mediasi Mesir mulai berlaku pada minggu lalu. Negosiasi gencatan senjata dilanjutkan di Kairo pada senin (11 agustus 2014). Sementara serangan udara Israel masih terus dilancarkan hingga tengah malam dan mengakibatkan korban sipil terluka belum lagi menghancurkan bangunan-bangunan dan menyebabkan masyarakat mencari tempat perlindungan darurat.
Diperkirakan ada lebih dari 386.000 jiwa mengungsi ke shelter yang dibangun oleh UNRWA, atau pemerintah. Serangan ini menyebabkan rusaknya infrastruktur atau fasilitas vital, seperti :sekolah, rumah sakit, dan fasilitas saluran air bersih. Kelompok rentan yang terdiri dari wanita dan anak-anak membutuhkan bantuan yang mendesak berupa makanan, nutrisi dan kesehatan, juga terapi psikososial bagi anak-anak yang mengalami trauma terhadap kehilangan keluarga. Minimnya peralatan darurat medis, bahan bakar untuk ambulan dan generator rumah sakit yang semakin langka. Lebih dari 370,000 anak-anak yang kehilangan keluarga, terluka atau kehilangan rumah mereka, membutuhkan konseling dan dukungan lainnya. Layanan kesehatan, obat-obatan, makanandan air bersih masih menjadi kebutuhan mendesak sampai saat ini.

III. PKPU Respon
Tim PKPU Rescue terus bersinergi dan berkoordinasi dengan mitra NGO lokal untuk mengumpulkan data kemungkinan penyaluran bantuan serta bantuan yang dibutuhkan oleh komunitas terdampak. Selain itu juga PKPU sudah bersinergi dengan media, lembaga bisnis dan tentunya pemerintah khususnya kementrian luar negeri.
Pada 11 July 2014, PKPU menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina melalui lembaga Al Hayah For Family Development Palestina. Bantuan diberikan langsung Presiden Direktur PKPU Agung Notowiguno dan diterima oleh Syeikh Hasan Hamadqu delegasi Al HayahFor Family Development.
PKPU kembali menyerahkan bantuan untuk Gaza pada Selasa, 5 Agustus 2014 yang lalu melalui mitra lokal setempat di Palestina, Zakah Palestinian Institution, melalui perwakilan mitra, Bayan Alashi. Bantuan kali ini ditujukan bagi paramedis, perawat dan jasa para supir medis di Shifa Hospital yang senantiasa berjuang membantu masyarakat Gaza yang menjadi sasaran target kekejaman Israel. 

IV. Kebutuhan Saat Ini
1.      Bantuan makanan (food assistance), khususnya untuk kelompok rentan seperti : wanita, bayi dan anak-anak, lansia serta penyandang disabilitas.
2.      Shelter dan Non Food Items (NFI), seperti :selimut, kasur, dan alat rumah tangga serta bantuan uang tunai.
3.      Layanan kesehatan berupa tenaga medis, peralatan kesehatan, ambulans serta obat-obatan yang persediaannya sudah dalam kondisi darurat.
4.      Air minum dan air bersih, sanitasi, family hygiene kit, serta asupan nutrisi untuk pengungsi, terutama untuk wanita dan anak-anak.
5.      Layanan pendidikan untuk anak-anak komunitas terdampak di pengungsian.
6.      Perlindungan serta dukungan psikososial untuk anak-anak yang trauma karena kehilangan keluarganya.


112 Agustus 2014