Qurbanisasi

"QURBANISASI”, QURBAN DARI YANG BERKECUKUPAN, KEPADA YANG MEMBUTUHKAN

Berbagi Cinta bersama Anak Yatim

Santunan bagi anak yatim dengan nuansa rekreasi yaitu Belanja Bareng Yatim

PKPU Bersama Warga Bersihkan Sisa Longsor

PKPU mengirimkan tim rescue untuk melakukan evakuasi

Pusat Pemulihan SEHATI “Sehatkan Keluarga dan Buah Hati Indonesia"

Pusat Pemulihan SEHATI merupakan salah satu dari program SEHATI yang dilaksanakan oleh PKPU Kota Semarang bersama PT. Phapros, Tbk di Kabupaten Semarang...

Berbagi Bingkisan Lebaran

PKKPU Berbagi Bingkisan Lebaran

Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juli 2015

INI DIA PEMENANG LOMBA HOBY NULIS RAMADHAN 1436 H. SELAMAT !!

Selamat kepada pemenang



Oleh : 
Siti Umaroh,
Guru TKIT Harapan Bunda  Purwokerto, 
Twitter @sitiRafkhan






Baca artikelnya disini 

Jumat, 03 Juli 2015

Menjadi Wanita Tiang Negara, Bukan Perusak Negara

ilustrasi : inet

“Wanita adalah tiang Negara

Kalimat yang kembali membuka memoriku. 
Dulu aku tak mengerti makna itu. Mungkin saja kemampuan bahasaku yang di bawah rata-rata atau pemahamanku yang belum sampai.

Ah, wanita selalu saja menjadi cerita yang tak pernah usai. Dirangkai dalam jutaan kalimat pun terkadang tak cukup.

Menilik sejarah yang terukir dalam Al Qur’an, bahwa betapa, sang wanita pertama, Hawa adalah sengaja dicipta Sang Kuasa untuk membersamai Sang Adam yang seorang diri menikmati memukaunya syurga. Seorang Nabi Adam AS saja yang saat itu tinggal si syurga, tetap membutuhkan seorang yang disebut Hawa (wanita).

Merekam ulang sejarah bahwa wanita bukanlah hanya sebagai pelengkap pemeran drama kehidupan. Wanita pada kenyataannya justru menjadi penentu peradaban sejarah kehidupan.

Ada banyak wanita mulia karena ketaatan pada Rabbnya, namun ditemui pula ada banyak wanita perusak peradaban dunia. Semua terukir manis dalam Al Qur’an. Sebutlah wanita-wanita mulia itu. Ada Bunda Khadijah, belahan hati dan jiwa Nabi Muhammad, SAW. Bagaimana beliau mengkontribusikan seluruh harta kekayaannya bagi perjuangan Nabi Muhammad, SAW menyebarkan risalah kebenaran.

Membahas kontribusi Bunda Khadijah tak akan cukup dalam ratusan lembaran bahkan ribuan mungkin. Bunda Khadijah, wanita agung yang telah dijanjikan syurga karena pengorbanannya untuk agama Islam.

Wanita mulia berikutnya ada Bunda Hajar. Menjadi istri dari Nabi Ibrahim,AS sangat mengurai kesabaran tanpa batas. Kegigihannya menanamkan ketauhidan yang menghujam dalam hatinya menjadikan Hajar wanita agung dengan banyak pesona. Dan akhirnya berimbas pula pada keanggunan tauhid yang tangguh pada putranya, Ismail kecil.  

Wanita mulia berikutnya adalah Maryam. Bunda Nabi Isa, AS ini bahkan menjadi wanita tabah sepanjang zaman. Betapa tidak, Maryam menjalani peran sebagai ibu dengan jalan yang sulit dicerna oleh akal, karena kuasa Allah menjadikan bayi lahir dari rahim perawan.

Dan masih banyak wanita-wanita agung pilihan Allah yang telah dididik menjadi wanita tangguh dan berkarakter  menjadikan Islam bersinar.

Namun coba merenung sebentar.
Ternyata selain wanita-wanita mulia itu yang tertuang dalam kitab suci, ada beberapa wanita yang justru keberadaannya menjadikan perusak moral.

Sebut saja Wali’ah, istrinya Nabi Nuh, AS yang justru menentang keras perjuangan suaminya. Ketidaktaatan istri Nabi Nuh, AS berimbas pada kedurhakaan putranya, Kan’am.  

Ada juga istri Abu Lahab, Auraa’(Arwa) binti Harb bin Umayyah yang terlibat persengkokolan  dengan suaminya memerangi Rosullulloh. Dan betapa kita tahu bagaimana ancaman Allah dalam Al Quran surat Al Lahab untuk mereka berdua.

Maka benarlah kalimat bijak itu. Melihat hal ini aku hanya tersenyum kecut. Betapa saat ini jumlah wanita penegak tiang negara berbanding lurus atau berbanding terbalik dengan jumlah wanita perusak negara? Suatu negara jika wanita-wanitanya rusak, maka rusak pula tatanan negaranya.

Konon, menurut Ustadz Felix Siauw,  cara menempa wanita menjadi berkualitas atau sebaliknya, bisa dilihat dari beberapa ranah. Ranah-ranah itu benar-benar menjadi penentu berkualitas atau tidaknya suatu generasi.

Food (Makanan). Wanita yang berperan sebagai ibu menjadi penentu menu sajian yang bisa dinikmati seluruh penghuni rumah. Hari ini betapa banyak wanita-wanita itu memindahtangankan tugas itu pada rumah makan, makanan cepat saji, warung makan 24 jam  dan yang lainnya. Dengan dalih sibuk karena pekerjaan kantoran. Padahal kehalalan pangan yang masuk kedalam tubuh dan beredar keseluruh edaran darah menjadi penentu watak penikmatnya. Lihatlah di beberapa kabar bagaimana produsen-produsen makanan cepat saji tak mempedulikan kehalalan dalam proses pengolahannya. Memotong hewan serupa ayam untuk dijadikan makanan cepat saji tak mengindahkan kaidah-kaidah pemotongan hewan halal konsumsi secara syar’i

Fashion (Pakaian). Dulu saat turun ayat Al Qur’an tentang menutup aurat wanita-wanita muslim menyambar apa saja yang ada dirumah untuk sekadar bersegera menjalani perintah Allah tersebut. Qs Al Ahzab ayat 59 “Hai Nabi, katakanlah pada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikiansupaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dan sekarang melihat wanita-wanita mengenakan pakaian membuat banyak mengelus dada. Seakan paha ayam goreng jauh lebih berharga. Seakan kepala cukup ditutup dengan accecoris pelengkap berbusana. Seakan mengenakan pakaian hanya sekadar tidak terlihat langsung, kenyataannya masih berbentuk. Kenyataannya lekuk tubuh masih begitu mudah terlihat.

Fun (Kesenangan) adalah modus selanjutnya untuk menghancurkan wanita-wanita. Bagaimana mereka disulap dengan berbagai kesenangan hidup. Dari kesenangan secara pribadi sampai kesenangan berkelompok. Tak ada manfaat yang bisa di petik dari kesenangan-kesenangan itu, selain tindakan berboros-boros. Padahal jelas sekali dalam Al Qur’an bahwa pemborosan adalah perilaku syetan dan bala tentaranya.  Bahkan ngerumpi saja sekarang di fasilitasi oleh banyak media atas nama pergaulan sosial. Apa yang bisa diperbuat wanita-wanita yang mestinya mendidik anak-anaknya itu?
Bila begitu benar bahwa jika ingin menguasai suatu negara, kuasai kaum wanitanya. Ia penentu peradaban. Wanita-wanita yang berkualitas akan melahirkan generasi-generasi yang berkualitas pula. Pun sebaliknya wanita-wanita rusak akan melahirkan generasi yang rusak pula.

Aku sendiri? Harus banyak merenung  dan berbenah. Terlebih dalam menjalani peran sebagai ibu dari anak-anakku. Sungguh. Benar-benar harus berbenah. Agar generasi ini tercipta menjadi generasi yang cinta Islam. Bertemu karena Allah disini dengan ibu-ibu yang cerdas, semoga menjadi bagian dari langkah kecil yang berlanjut agar diri ini bisa menjalani peran ibu yang sesuai aturan Allah. Semoga.
Wallahua’lam bi shawab.



Oleh : 
Siti Umaroh,
Guru TKIT Harapan Bunda  Purwokerto, 
Twitter @sitiRafkhan






Editor :
@abhyhikmatyar
Marcomm PKPU Semarang

Kamis, 02 Juli 2015

MENJADIKAN PRIBADI ANAK LEBIH SOLEH DAN SOLEHAH




PESANTREN KILAT ANAK KARYAWAN PT. INDONESIA POWER UBP SEMARANG

Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Cabang Semarang bekerjasama dengan PT. Indonesia Power Unit Pembangkitan (UBP) Semarang mengadakan acara Pesantren Kilat Ramadhan 1436 H, Semarang (2/7/2015). Acara tersebut berlangsung selama dua hari dimulai pada tanggal 1 hingga 2 juli 2015 dan diselenggarakan di PT. Indonesia Power UBP Semarang.
Pesantren kilat yang bertema “Menjadi Pribadi yang Soleh dan Solehah” ini, dihadiri oleh 60 anak dari para karyawan PT. Indonesia Power umur PAUD hingga SMP.
Di hari pertama, diisi dengan materi semangat sedekah dan keutamaan berpuasa. Hari kedua, diisi dengan materi cinta Al Qur’an dan dongeng. Selanjutnya ada penampilan pentas seni dari para anak peserta pesantren kilat. Acara diakhir dengan pemberian santunan kepada anak yatim panti dan buka puasa bersama.
Menurut Kepala Cabang PKPU Semarang M. Miftahul Surur, mengucapkan berterima kasih banyak kepada semua pihak mitra atas dukungannya terselenggaranya buka bersama dan santunan tersebut.
“Saya selaku Kepala Cabang PKPU Semarang, berterima kasih sekali kepada mitra kami PT. Indonesia Power atas kepercayaanya untuk acara ini”, tutur Surur.

Menurut General Manajer PT. Indonesia Power UBP Semarang, Tarwaji di sela – sela sambutannya, juga menuturkan berterima kasih kepada PKPU Semarang yang dua tahun ini sudah setia mendukung acara pesantren kilat untuk para anak karyawan PT. Indonesia Power.
Tarwaji juga mngutip sebuah hadits yang menerangkan bahwa setiap manusia adalah pemimpin dan pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban.
“Harapannya anak – anak peserta pesantren kilat tersebut kelak bisa menjadi pemimpin – pemimpin yang tangguh, soleh dan solehah”, tutur Tarwaji

(Abhy)

Kamis, 25 Juni 2015

BERKAH RAMADHAN DI TENGAH LAUT

Foto : Abhy | PKPU

 Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Cabang Semarang bekerjasama dengan Hijabersmom Community Semarang (HMC) dan Hiswana Migas Jr. mengadakan acara buka puasa bersama dan pemberian santunan di kampung nelayan, Semarang (25/6/2015). Acara tersebut dimulai pada pukul 16.00 – 18.00 WIB dan diselenggarakan di Kampung Tambakrejo, RW XVI, Kel. Tanjungmas Kec. Semarang Utara.

Acara tersebut mengundang 50 anak yatim, 50 janda dan 200 warga setempat. Diawali dengan simbolis pemberian santunan dan sembako dilakukan diatas perahu salah satu milik warga nelayan. Dilanjutkan dengan ceremony di Masjid Baitussalam, taujih dan diakhiri dengan buka puasa bersama.

Hal yang menarik dalam acara tersebut adalah saat simbolisasi penyerahan bantuan. Pihak PKPU Semarang dan para mitra (Hijabersmom Community Semarang dan Hiswana Migas Junior), beserta 10 anak yatim, dengan menggunakan perahu milik warga kampong nelayan, dibawa ke tengah laut untuk melakukan simbolisasi penyerahan bantuan.  

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan  - sambutan oleh PKPU Semarang dan para mitra.

Menurut Kepala Cabang PKPU Semarang M. Miftahul Surur, di sela – sela sambutannya, menuturkan berterima kasih banyak kepada semua pihak mitra atas dukungannya terselenggaranya buka bersama dan santunan tersebut.

“Saya selaku Kepala Cabang PKPU Semarang, berterima kasih sekali kepada mitra kami HMC dan Hiswana atas dukungannya untuk acara ini”, tutur Surur.

Acara yang bertema “Berbagi Bahagia di Kampung Nelayan ini” selain berbuka puasa bersama warga kampung nelayan, juga terdapat pemberian bingkisan yang disalurkan melalui PKPU Semarang. Ditujukan kepada 50 anak yatim dan 50 janda warga di daerah yang memiliki kontur tanah lebih rendah dari ketinggian air laut itu.

Menurut Ketua HMC, Ibu Siti Adam mengaku senang selain bisa memberikan bantuan, juga bisa berkesempatan berlayar menggunakan perahu warga, agar bisa ikut merasakan menjadi nelayan dan bersyukur.

“Pemberian donasi yang unik pada tahun ini. Dilakukan di tengah laut dan diatas perahu. Semoga bisa memberikan kebahagiaan kepada warga dan menjadikan kami pribadi yang selalu bersyukur”, tutur Siti Adam.
Menurut Ketua Hiswana Migas Junior, Ibu Heni menuturkan berterima kasih kepada PKPU Semarang dan warga karena bisa berkesempatan berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan ini.

“Saya justru ucapkan terima kasih kepada warga dan PKPU, karena kami bisa bekesempatan memberikan bantuan. Semoga bisa bermanfaat dan kami mendapatkan keberkahan. Amin”, tutur Heni

Dari pihak penerima manfaat, menurut Mustofa selaku Ketua Takmir Masjid Baitussalam menuturkan berterima kasih atas bantuannya yang telah diberikan.

“Atas nama warga, saya ucapkan terima kasih kepada PKPU, HMC dan Hiswana atas bantuan bingkisan dan buka bersama kepada kami. Semoga keberkahan Allah SWT menjadi milik anda semua. Amin”, tutur Mustofa.

(Abhy)

Senin, 22 Juni 2015

YATIM NYANTRI DI HOTEL




Foto : PKPU

Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Cabang Semarang bekerjasama dengan LAZIS PT. PLN (Persero) Jasa Manajemen Kontruksi dan Koran Wawasan mengadakan acara Pesantren Kilat Ramadhan 1436 H, Semarang (22/6/2015). Acara tersebut dimulai pada pukul 10.30 – 18.00 WIB dan diselenggarakan di Hotel Neo Candi Semarang.

Acara yang mengundang 50 anak yatim ini dibuka dengan pembacaan Al Quran oleh anak yatim peserta pesantren kilat dilanjutkan sambutan dari PKPU Semarang dan Hotel Neo. Materi pertama diisi dengan pelatihan jurnalistik dasar dari Koran Wawasan, siang hari setelah sholat dzuhur berjamaah dilanjutkan tadarrus bersama. Kemudian dilanjutkan dengan nonton film bersama, taujih bersama Kak Seto dan diakhiri dengan buka puasa bersama.
Menurut Kepala Cabang PKPU Semarang M. Miftahul Surur, dalam sela – sela sambutannya, menuturkan berterima kasih banyak kepada semua pihak mitra atas dukungannya terselenggaranya acara pesantren kilat tersebut.

“Saya selaku pihak manajemen PKPU Semarang, berterima kasih sekali kepada PT. PLN JMK, Hotel Neo Candi dan Koran Wawasan atas dukungannya acara ini”, tutur Surur.

Dari pihak Manajer Hotel Neo Candi, Ibnoe Ichwan Chambali dalam sambutannya juga mengaku terharu bisa mendukung acara pesantren kilat tersebut, khususnya saat melihat peserta berasal dari anak – anak yatim.

“Saya terharu saat melihat kalian (anak yatim) dan ini kali kedua bersama PKPU mengadakan pesantren kilat di Hotel Neo”, tutur Ibnoe.
Acara yang bertema “Yatim Nyantri” ini, bertujuan untuk membangun karakter kemandirian muslim dan sekaligus untuk mengisi kegiatan positif anak yatim selama di bulan Ramadhan. (Abhy)















Sabtu, 06 Juni 2015

GILE BENER! ORANG – ORANG INI SELFIE DI TENGAH JALAN

Foto : PKPU

Sekelompok orang melakukan aksi selfie dan grufie di tempat yang tak biasa, di daerah simpang lima, Semarang (7/6/2015). Di tengah – tengah zebra cross, para muda – mudi tersebut nekat melakukan aksi grufie di depan para pengendara motor yang sedang menunggu lampu merah. Tak sedikit pula, para pengendara tertawa akibat melihat aksi mereka yang anti mainstream.

Diketahui bahwa sekelompok orang tersebut adalah dari Lembaga Kemanusiaan Nasional, PKPU Semarang yang sedang melakukan aksi launching untuk program Ramadhan 1436 H. Launching program Ramadhan yang bertemakan “ShareFee, Berani Selfie, Berani Berbagi” ini, serentak dilaksanakan pada tanggal 6 juni oleh PKPU se-Nasional.

Sharefee merupakan gabungan dari dua kata, yaitu share dan fee yang merupakan plesetan dari kata “selfie” dan memiliki definisi baru. Yaitu sebuah semangat yang ingin disampaikan kepada siapa pun, dimana pun, dan profesi apa pun agar dapat berbagi kebaikan dan kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan.

Menurut Kepala Cabang PKPU Semarang, M. Miftahul Surur menuturkan bahwa, tema Ramadhan yang diangkat PKPU untuk tahun ini, sangat unik dan menjadi tren di saat sekarang, yaitu tentang selfie. Dan harapannya kebiasaan berbagi, juga bisa menjadi tren untuk masyarakat.

“Alangkah bahagianya bila kita dapat menjadi hormon endorfin bagi orang yang sama sekali tidak kita kenal. Namun mereka senantiasa berdoa dalam diam dan berharap kita juga diliputi kebahagiaan pada setiap detik kehidupan ini”, tutur Surur.

Selain aksi selfie dan grufie, launching Ramadhan PKPU Semarang juga melakukan aksi membagikan bingkisan – bingkisan dan makanan kepada para mustahik yang berada di sekitar simpang lima Semarang.

(Abhy)


NB:
1. Aksi ini sudah memiliki ijin Polrestabes Semarang
2. Aksi ini sama sekali tidak mengganggu pengguna jalan dan pengendara

3. Aksi selfie hanya dilakukan saat lampu merah dan saat pengendara motor berhenti.
4. Aksi ini semata - mata 
hanya sekali dilakukan dan untuk promosi program sosial serta meningkatkan "awarenes" kepada masyarakat dengan cara yang unik dan tidak biasa.


















Rabu, 03 Juni 2015

Damba Ramadhan

Ilustrasi Inet


Marhaban Ramadhan datang
Di pucuk dikau ku letak damba
Datangmu menyibak kelam
Melenyap duka sengsara
                                                                 

Syair di atas ditulis tidak hanya sebagai penyemarak Ramadhan yang akan berlangsung. Namun sebagai sebuah kerinduan yang mendalam akan seorang hamba kepada Rabbnya. Sebuah bentuk apreasiasi yang begitu dahsyat untuk bertemu dengan tamu yang agung. Tamu yang dimuliakan Allah Azza wa Jalla dan merupakan bulan yang dikatakan sebagai tuannya bulan atau sayyid as-syuhur. Bulan yang istimewa dikaruniakan Allah terhadap hambaNya. Bulan antara kebahagiaan dan kecemasan, kebahagiaan untuk mendapatkan pengampunan, kerahmatan, dan dijauhkannya neraka dan bertemu denganNya. Kecemasan yang selalu menggemuruh dan mendera di kala tidak bersua dengannya.

Kekuatan yang agung terletak di bulan ramadhan yang mampu menggemakan dunia seisinya. Penuhnya semangat spiritualitas, amal dan sifat kehambaan muncul di bulan ini. Mata, lidah, niat yang buruk dibuang jauh-jauh demi mendapatkan ridhaNya. Ya, bertemu denganNya yang membuat hati menjadi cemburu untuk terus mencuri simpati padaNya. Bak seorang yang akan bertemu dengan calon istri/suaminya yang mau dinikahinya.

Diampuni dosa yang lalu itulah janji yang diberikan kepada kita. Tentulah dengan iman dan ikhlas sebagai tolok ukur dalam melaksanakan perintahNya. Amal dilipatgandakan ratusan bahkan ribuan kali menjadi tawaran yang menggiurkan semua orang yang menjalankannya. Dengki, gosip, sombong, pelit dan penyakit-penyakit yang menggerogoti di kubur hidup-hidup untuk mencapai kebeningan hati, kejernihan pikiran dan kebersihan jiwa. Berduyun-duyun orang mengeluarkan sedekah untuk mencapai kesempurnaan kekayaan agar bersih dari bercak-bercak dosa.

Kelaparan dan kehausan menjadi makanan sehari-hari seperti para dhua’fa yang mencari sesuap nasi demi mengganjal perut yang sepi. Pengekangan nafsu, diikatnya hawa menjadi barometer seberapa besar kecintaan kepada Sang Pencipta. Sehingga terbangunlah singgasana surga yang dihiasi pengantin-pengantin bidadari yang bermata jeli.

Keagungan di bulan ini diungkap oleh Allah Rabbul Izzati dengan turunnya alquran sebagai dustur ilahi yang menjadi pedoman hidup bagi manusia sehingga afiliasi masyarakat islam terbangun di atas manhaj Ilahi. Al quran mampu membangun keteraturan, kenyamanan dan ketertiban dalam berbagai aspek kehidupan.

Lailatur qadar yang lebih baik daripada seribu bulan. Melebihi usia manusia yang mempunyai rata-rata 60 tahun atau lebih sedikit. Kurang lebih 83 tahun lebih 3 bulan disetarakan hanya satu malam jika mendapat lailatul qadar. Keajaiban yang memesona ibadah satu malam disamakan dengan 83 tahun lebih. Itulah kesempurnaan Yang Maha Sempurna yang diberikan kepada umat ini yang tidak diberikan kaum-kaum terdahulu. Subhanallah, alhamdulillah, Allahu Akbar.   

Tangga taqwa menjadi tujuan akhir dari pelaksanaan ibadah puasa. Biar hidup terangkai sifat tawadhu’, jiwa kerakusan diganti dengan qana’ah, pembangkangan dihapus menjadi penuh wara’i (loyal) dan rasa ketidakpercayaan kepadaNya terhapuskan dengan sebuah keyakinan yang mendalam untuk menggapai rahmatNya.  
  
Ramadhan….. ramadhan….
dirimu kan selalu ku kenang
hanya Allah segala kasih dan sayang
Semoga Allah nian meridhai

Amin ya Rabbal ‘alamin

Ditulis oleh  : Musyafa, Divisi DRM PKPU Semarang

Program Ramadhan 1436 H PKPU Semarang

MARHABAN YA RAMADHAN

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Alhamdulillah, bulan Ramadhan akan segera tiba. Bulan yang spesial sebab Allah SWT melipatgandakan amal ibadah kita, sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Pada momentum ini, PKPU Semarang akan melaksanakan berbagai program untuk menyemarakkan bulan suci. Berikut kami lampirkan konten promosinya.




Download file pdf via 4shared atau ziddu


Kantor PKPU Semarang
Jl. Setiabudi No. 70 Semarang 50269 - Indonesia
Telp/Fax (024) - 7477405