Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 08 Juli 2015
Jumat, 03 Juli 2015
Menjadi Wanita Tiang Negara, Bukan Perusak Negara
![]() |
| ilustrasi : inet |
“Wanita adalah tiang Negara”
Kalimat yang kembali membuka
memoriku.
Dulu
aku tak
mengerti makna itu. Mungkin saja kemampuan bahasaku yang di bawah rata-rata atau pemahamanku yang belum
sampai.
Ah,
wanita selalu saja menjadi cerita yang tak pernah usai. Dirangkai dalam jutaan
kalimat pun terkadang tak cukup.
Menilik
sejarah yang terukir dalam Al Qur’an, bahwa betapa, sang wanita pertama, Hawa
adalah sengaja dicipta Sang Kuasa untuk membersamai Sang Adam yang seorang
diri menikmati memukaunya syurga. Seorang Nabi Adam AS saja yang saat itu tinggal si syurga, tetap membutuhkan seorang yang disebut Hawa (wanita).
Merekam
ulang sejarah bahwa wanita bukanlah hanya sebagai pelengkap pemeran drama
kehidupan. Wanita pada kenyataannya justru menjadi penentu peradaban sejarah
kehidupan.
Ada
banyak wanita mulia karena ketaatan pada Rabbnya, namun ditemui pula ada banyak
wanita perusak peradaban dunia. Semua terukir manis dalam Al Qur’an. Sebutlah
wanita-wanita mulia itu. Ada Bunda Khadijah, belahan hati dan jiwa Nabi Muhammad, SAW. Bagaimana
beliau mengkontribusikan seluruh harta kekayaannya bagi perjuangan Nabi
Muhammad, SAW menyebarkan risalah kebenaran.
Membahas
kontribusi Bunda Khadijah tak akan cukup dalam ratusan lembaran bahkan ribuan
mungkin. Bunda Khadijah, wanita agung yang telah dijanjikan syurga karena
pengorbanannya
untuk agama Islam.
Wanita
mulia berikutnya ada Bunda Hajar. Menjadi istri dari Nabi Ibrahim,AS sangat
mengurai kesabaran tanpa batas. Kegigihannya menanamkan ketauhidan yang menghujam
dalam hatinya menjadikan Hajar wanita agung dengan banyak pesona. Dan akhirnya
berimbas pula pada keanggunan tauhid yang tangguh pada putranya, Ismail kecil.
Wanita
mulia berikutnya adalah Maryam. Bunda Nabi Isa, AS ini bahkan menjadi wanita
tabah sepanjang zaman. Betapa tidak, Maryam menjalani peran sebagai ibu dengan
jalan yang sulit dicerna oleh akal,
karena kuasa Allah menjadikan bayi lahir dari rahim perawan.
Dan
masih banyak wanita-wanita agung pilihan Allah yang telah dididik menjadi
wanita tangguh dan berkarakter
menjadikan Islam bersinar.
Namun
coba merenung sebentar.
Ternyata
selain wanita-wanita mulia itu yang tertuang dalam kitab suci, ada beberapa
wanita yang justru keberadaannya menjadikan perusak moral.
Sebut
saja Wali’ah, istrinya Nabi Nuh, AS yang justru menentang keras perjuangan
suaminya. Ketidaktaatan istri Nabi Nuh, AS berimbas pada kedurhakaan putranya,
Kan’am.
Ada
juga istri Abu Lahab, Auraa’(Arwa) binti Harb bin Umayyah yang terlibat
persengkokolan dengan suaminya memerangi
Rosullulloh. Dan betapa kita tahu bagaimana ancaman Allah dalam Al Quran surat Al Lahab
untuk mereka berdua.
Maka
benarlah kalimat bijak itu. Melihat hal ini aku hanya tersenyum kecut. Betapa
saat ini jumlah wanita penegak tiang negara berbanding lurus atau berbanding
terbalik dengan jumlah wanita perusak negara? Suatu negara jika wanita-wanitanya
rusak, maka rusak pula tatanan negaranya.
Konon,
menurut Ustadz Felix Siauw, cara menempa wanita menjadi
berkualitas atau sebaliknya, bisa dilihat dari beberapa ranah. Ranah-ranah itu
benar-benar menjadi penentu berkualitas atau tidaknya suatu generasi.
Food
(Makanan). Wanita yang berperan sebagai ibu menjadi penentu menu sajian yang
bisa dinikmati seluruh penghuni rumah. Hari ini betapa banyak wanita-wanita itu
memindahtangankan tugas itu pada rumah makan, makanan cepat saji, warung makan 24
jam dan yang lainnya. Dengan dalih sibuk
karena pekerjaan kantoran.
Padahal kehalalan pangan yang masuk kedalam tubuh dan
beredar keseluruh edaran darah menjadi penentu watak penikmatnya. Lihatlah di beberapa kabar
bagaimana produsen-produsen makanan cepat saji tak mempedulikan kehalalan dalam
proses pengolahannya. Memotong hewan serupa ayam untuk dijadikan makanan cepat
saji tak mengindahkan kaidah-kaidah pemotongan hewan halal konsumsi secara
syar’i
Fashion (Pakaian). Dulu saat turun ayat Al Qur’an tentang menutup aurat
wanita-wanita muslim menyambar apa saja yang ada dirumah untuk sekadar
bersegera menjalani perintah Allah tersebut. Qs Al Ahzab ayat 59 “Hai Nabi,
katakanlah pada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang
mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang
demikiansupaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak
diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Dan sekarang melihat
wanita-wanita mengenakan pakaian membuat banyak mengelus dada. Seakan paha ayam
goreng jauh lebih berharga. Seakan kepala cukup ditutup dengan accecoris pelengkap berbusana. Seakan
mengenakan pakaian hanya sekadar tidak terlihat langsung, kenyataannya masih
berbentuk. Kenyataannya lekuk tubuh masih begitu mudah terlihat.
Fun
(Kesenangan) adalah modus selanjutnya untuk menghancurkan wanita-wanita.
Bagaimana mereka disulap dengan berbagai kesenangan hidup. Dari kesenangan
secara pribadi sampai kesenangan berkelompok. Tak ada manfaat yang bisa di
petik dari kesenangan-kesenangan itu, selain tindakan berboros-boros. Padahal
jelas sekali dalam Al Qur’an bahwa pemborosan adalah perilaku syetan dan bala
tentaranya. Bahkan ngerumpi saja
sekarang di fasilitasi oleh banyak media atas nama pergaulan sosial. Apa yang
bisa diperbuat wanita-wanita yang mestinya mendidik anak-anaknya itu?
Bila
begitu benar bahwa jika ingin menguasai suatu negara, kuasai kaum wanitanya. Ia
penentu peradaban. Wanita-wanita yang berkualitas akan melahirkan
generasi-generasi yang berkualitas pula. Pun sebaliknya wanita-wanita rusak
akan melahirkan generasi yang rusak pula.
Aku
sendiri? Harus banyak merenung dan
berbenah. Terlebih dalam menjalani peran sebagai ibu dari anak-anakku. Sungguh.
Benar-benar harus berbenah. Agar generasi ini tercipta menjadi generasi yang
cinta Islam. Bertemu karena Allah disini dengan ibu-ibu yang cerdas, semoga
menjadi bagian dari langkah kecil yang berlanjut agar diri ini bisa menjalani
peran ibu yang sesuai aturan Allah. Semoga.
Wallahua’lam
bi shawab.
Oleh :
Siti Umaroh,
Guru TKIT Harapan Bunda
Purwokerto,
Twitter @sitiRafkhan
Editor :
@abhyhikmatyar
Marcomm PKPU Semarang
Kamis, 02 Juli 2015
MENJADIKAN PRIBADI ANAK LEBIH SOLEH DAN SOLEHAH
PESANTREN KILAT ANAK KARYAWAN PT. INDONESIA POWER UBP
SEMARANG
Di hari pertama, diisi dengan materi
semangat sedekah dan keutamaan berpuasa. Hari kedua, diisi dengan materi cinta
Al Qur’an dan dongeng. Selanjutnya ada penampilan pentas seni dari para anak
peserta pesantren kilat. Acara diakhir dengan pemberian santunan kepada anak
yatim panti dan buka puasa bersama.
Menurut Kepala Cabang PKPU Semarang M.
Miftahul Surur, mengucapkan berterima kasih banyak kepada semua pihak mitra
atas dukungannya terselenggaranya buka bersama dan santunan tersebut.
“Saya selaku Kepala Cabang PKPU
Semarang, berterima kasih sekali kepada mitra kami PT. Indonesia Power atas
kepercayaanya untuk acara ini”, tutur Surur.
Tarwaji juga mngutip sebuah hadits
yang menerangkan bahwa setiap manusia adalah pemimpin dan pemimpin akan
dimintai pertanggung jawaban.
“Harapannya anak – anak peserta
pesantren kilat tersebut kelak bisa menjadi pemimpin – pemimpin yang tangguh,
soleh dan solehah”, tutur Tarwaji
(Abhy)
Kamis, 25 Juni 2015
BERKAH RAMADHAN DI TENGAH LAUT
| Foto : Abhy | PKPU |
Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Cabang Semarang bekerjasama dengan Hijabersmom Community Semarang (HMC) dan Hiswana Migas Jr. mengadakan acara buka puasa bersama dan pemberian santunan di kampung nelayan, Semarang (25/6/2015). Acara tersebut dimulai pada pukul 16.00 – 18.00 WIB dan diselenggarakan di Kampung Tambakrejo, RW XVI, Kel. Tanjungmas Kec. Semarang Utara.
Acara tersebut mengundang 50 anak
yatim, 50 janda dan 200 warga setempat. Diawali dengan simbolis pemberian
santunan dan sembako dilakukan diatas perahu salah satu milik warga nelayan.
Dilanjutkan dengan ceremony di Masjid
Baitussalam, taujih dan diakhiri dengan buka puasa bersama.
Hal yang menarik dalam acara tersebut
adalah saat simbolisasi penyerahan bantuan. Pihak PKPU Semarang dan para mitra
(Hijabersmom Community Semarang dan Hiswana Migas Junior), beserta 10 anak
yatim, dengan menggunakan perahu milik warga kampong nelayan, dibawa ke tengah
laut untuk melakukan simbolisasi penyerahan bantuan.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan
sambutan - sambutan oleh PKPU Semarang
dan para mitra.
Menurut Kepala Cabang PKPU Semarang M.
Miftahul Surur, di sela – sela sambutannya, menuturkan berterima kasih banyak
kepada semua pihak mitra atas dukungannya terselenggaranya buka bersama dan
santunan tersebut.
“Saya selaku Kepala Cabang PKPU
Semarang, berterima kasih sekali kepada mitra kami HMC dan Hiswana atas
dukungannya untuk acara ini”, tutur Surur.
Acara yang bertema “Berbagi Bahagia di
Kampung Nelayan ini” selain berbuka puasa bersama warga kampung nelayan, juga
terdapat pemberian bingkisan yang disalurkan melalui PKPU Semarang. Ditujukan
kepada 50 anak yatim dan 50 janda warga di daerah yang memiliki kontur tanah
lebih rendah dari ketinggian air laut itu.
Menurut Ketua HMC, Ibu Siti Adam
mengaku senang selain bisa memberikan bantuan, juga bisa berkesempatan berlayar
menggunakan perahu warga, agar bisa ikut merasakan menjadi nelayan dan
bersyukur.
“Pemberian donasi yang unik pada tahun
ini. Dilakukan di tengah laut dan diatas perahu. Semoga bisa memberikan
kebahagiaan kepada warga dan menjadikan kami pribadi yang selalu bersyukur”,
tutur Siti Adam.
Menurut Ketua Hiswana Migas Junior,
Ibu Heni menuturkan berterima kasih kepada PKPU Semarang dan warga karena bisa
berkesempatan berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan ini.
“Saya justru ucapkan terima kasih
kepada warga dan PKPU, karena kami bisa bekesempatan memberikan bantuan. Semoga
bisa bermanfaat dan kami mendapatkan keberkahan. Amin”, tutur Heni
Dari pihak penerima manfaat, menurut
Mustofa selaku Ketua Takmir Masjid Baitussalam menuturkan berterima kasih atas
bantuannya yang telah diberikan.
“Atas nama warga, saya ucapkan terima
kasih kepada PKPU, HMC dan Hiswana atas bantuan bingkisan dan buka bersama
kepada kami. Semoga keberkahan Allah SWT menjadi milik anda semua. Amin”, tutur
Mustofa.
(Abhy)
Senin, 22 Juni 2015
YATIM NYANTRI DI HOTEL
| Foto : PKPU |
Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Cabang
Semarang bekerjasama dengan LAZIS PT. PLN (Persero) Jasa Manajemen Kontruksi
dan Koran Wawasan mengadakan acara Pesantren Kilat Ramadhan 1436 H, Semarang
(22/6/2015). Acara tersebut dimulai pada pukul 10.30 – 18.00 WIB dan diselenggarakan
di Hotel Neo Candi Semarang.
Acara yang mengundang 50 anak yatim
ini dibuka dengan pembacaan Al Quran oleh anak yatim peserta pesantren kilat
dilanjutkan sambutan dari PKPU Semarang dan Hotel Neo. Materi pertama diisi dengan
pelatihan jurnalistik dasar dari Koran Wawasan, siang hari setelah sholat
dzuhur berjamaah dilanjutkan tadarrus bersama. Kemudian dilanjutkan dengan
nonton film bersama, taujih bersama Kak Seto dan diakhiri dengan buka puasa
bersama.
Menurut Kepala Cabang PKPU Semarang M.
Miftahul Surur, dalam sela – sela sambutannya, menuturkan berterima kasih
banyak kepada semua pihak mitra atas dukungannya terselenggaranya acara
pesantren kilat tersebut.
Dari pihak Manajer Hotel Neo Candi,
Ibnoe Ichwan Chambali dalam sambutannya juga mengaku terharu bisa mendukung
acara pesantren kilat tersebut, khususnya saat melihat peserta berasal dari
anak – anak yatim.
Acara yang bertema “Yatim Nyantri”
ini, bertujuan untuk membangun karakter kemandirian muslim dan sekaligus untuk
mengisi kegiatan positif anak yatim selama di bulan Ramadhan. (Abhy)
Sabtu, 06 Juni 2015
GILE BENER! ORANG – ORANG INI SELFIE DI TENGAH JALAN
| Foto : PKPU |
Sekelompok orang melakukan aksi selfie dan grufie di tempat yang tak biasa, di daerah simpang lima, Semarang (7/6/2015). Di tengah – tengah zebra cross, para muda – mudi tersebut nekat melakukan aksi grufie di depan para pengendara motor yang sedang menunggu lampu merah. Tak sedikit pula, para pengendara tertawa akibat melihat aksi mereka yang anti mainstream.
Diketahui bahwa sekelompok orang tersebut adalah dari Lembaga Kemanusiaan Nasional, PKPU Semarang yang sedang melakukan aksi launching untuk program Ramadhan 1436 H. Launching program Ramadhan yang bertemakan “ShareFee, Berani Selfie, Berani Berbagi” ini, serentak dilaksanakan pada tanggal 6 juni oleh PKPU se-Nasional.
Sharefee merupakan gabungan dari dua kata, yaitu share dan fee yang merupakan plesetan dari kata “selfie” dan memiliki definisi baru. Yaitu sebuah semangat yang ingin disampaikan kepada siapa pun, dimana pun, dan profesi apa pun agar dapat berbagi kebaikan dan kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan.
Menurut Kepala Cabang PKPU Semarang, M. Miftahul Surur menuturkan bahwa, tema Ramadhan yang diangkat PKPU untuk tahun ini, sangat unik dan menjadi tren di saat sekarang, yaitu tentang selfie. Dan harapannya kebiasaan berbagi, juga bisa menjadi tren untuk masyarakat.
“Alangkah bahagianya bila kita dapat menjadi hormon endorfin bagi orang yang sama sekali tidak kita kenal. Namun mereka senantiasa berdoa dalam diam dan berharap kita juga diliputi kebahagiaan pada setiap detik kehidupan ini”, tutur Surur.
Selain aksi selfie dan grufie, launching Ramadhan PKPU Semarang juga melakukan aksi membagikan bingkisan – bingkisan dan makanan kepada para mustahik yang berada di sekitar simpang lima Semarang.
(Abhy)
NB:
1. Aksi ini sudah memiliki ijin Polrestabes Semarang
2. Aksi ini sama sekali tidak mengganggu pengguna jalan dan pengendara
3. Aksi selfie hanya dilakukan saat lampu merah dan saat pengendara motor berhenti.
4. Aksi ini semata - mata hanya sekali dilakukan dan untuk promosi program sosial serta meningkatkan "awarenes" kepada masyarakat dengan cara yang unik dan tidak biasa.
NB:
1. Aksi ini sudah memiliki ijin Polrestabes Semarang
2. Aksi ini sama sekali tidak mengganggu pengguna jalan dan pengendara
3. Aksi selfie hanya dilakukan saat lampu merah dan saat pengendara motor berhenti.
4. Aksi ini semata - mata hanya sekali dilakukan dan untuk promosi program sosial serta meningkatkan "awarenes" kepada masyarakat dengan cara yang unik dan tidak biasa.
Rabu, 03 Juni 2015
Damba Ramadhan
![]() |
| Ilustrasi Inet |
Marhaban
Ramadhan datang
Di
pucuk dikau ku letak damba
Datangmu
menyibak kelam
Melenyap
duka sengsara
Syair
di atas ditulis tidak hanya sebagai penyemarak Ramadhan yang akan berlangsung. Namun
sebagai sebuah kerinduan yang mendalam akan seorang hamba kepada Rabbnya.
Sebuah bentuk apreasiasi yang begitu dahsyat untuk bertemu dengan tamu yang
agung. Tamu yang dimuliakan Allah Azza wa Jalla dan merupakan bulan yang
dikatakan sebagai tuannya bulan atau sayyid as-syuhur. Bulan yang
istimewa dikaruniakan Allah terhadap hambaNya. Bulan antara kebahagiaan dan
kecemasan, kebahagiaan untuk mendapatkan pengampunan, kerahmatan, dan dijauhkannya
neraka dan bertemu denganNya. Kecemasan yang selalu menggemuruh dan mendera di
kala tidak bersua dengannya.
Kekuatan
yang agung terletak di bulan ramadhan yang mampu menggemakan dunia seisinya.
Penuhnya semangat spiritualitas, amal dan sifat kehambaan muncul di bulan ini.
Mata, lidah, niat yang buruk dibuang jauh-jauh demi mendapatkan ridhaNya. Ya,
bertemu denganNya yang membuat hati menjadi cemburu untuk terus mencuri simpati
padaNya. Bak seorang yang akan bertemu dengan calon istri/suaminya yang mau
dinikahinya.
Diampuni
dosa yang lalu itulah janji yang diberikan kepada kita. Tentulah dengan iman
dan ikhlas sebagai tolok ukur dalam melaksanakan perintahNya. Amal
dilipatgandakan ratusan bahkan ribuan kali menjadi tawaran yang menggiurkan
semua orang yang menjalankannya. Dengki, gosip, sombong, pelit dan
penyakit-penyakit yang menggerogoti di kubur hidup-hidup untuk mencapai
kebeningan hati, kejernihan pikiran dan kebersihan jiwa. Berduyun-duyun orang
mengeluarkan sedekah untuk mencapai kesempurnaan kekayaan agar bersih dari
bercak-bercak dosa.
Kelaparan
dan kehausan menjadi makanan sehari-hari seperti para dhua’fa yang mencari
sesuap nasi demi mengganjal perut yang sepi. Pengekangan nafsu, diikatnya hawa
menjadi barometer seberapa besar kecintaan kepada Sang Pencipta. Sehingga
terbangunlah singgasana surga yang dihiasi pengantin-pengantin bidadari yang
bermata jeli.
Keagungan
di bulan ini diungkap oleh Allah Rabbul Izzati dengan turunnya alquran sebagai
dustur ilahi yang menjadi pedoman hidup bagi manusia sehingga afiliasi
masyarakat islam terbangun di atas manhaj Ilahi. Al quran mampu membangun
keteraturan, kenyamanan dan ketertiban dalam berbagai aspek kehidupan.
Lailatur
qadar yang lebih baik daripada seribu bulan. Melebihi usia manusia yang mempunyai
rata-rata 60 tahun atau lebih sedikit. Kurang lebih 83 tahun lebih 3 bulan
disetarakan hanya satu malam jika mendapat lailatul qadar. Keajaiban yang
memesona ibadah satu malam disamakan dengan 83 tahun lebih. Itulah kesempurnaan
Yang Maha Sempurna yang diberikan kepada umat ini yang tidak diberikan
kaum-kaum terdahulu. Subhanallah, alhamdulillah, Allahu Akbar.
Tangga
taqwa menjadi tujuan akhir dari pelaksanaan ibadah puasa. Biar hidup terangkai
sifat tawadhu’, jiwa kerakusan diganti dengan qana’ah, pembangkangan dihapus
menjadi penuh wara’i (loyal) dan rasa ketidakpercayaan kepadaNya terhapuskan dengan
sebuah keyakinan yang mendalam untuk menggapai rahmatNya.
Ramadhan…..
ramadhan….
dirimu
kan selalu ku kenang
hanya
Allah segala kasih dan sayang
Semoga
Allah nian meridhai
Amin
ya Rabbal ‘alamin
Ditulis oleh : Musyafa, Divisi DRM PKPU Semarang
Program Ramadhan 1436 H PKPU Semarang
MARHABAN YA RAMADHAN
Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Alhamdulillah, bulan Ramadhan akan segera tiba. Bulan yang spesial sebab Allah SWT melipatgandakan amal ibadah kita, sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Pada momentum ini, PKPU Semarang akan melaksanakan berbagai program untuk menyemarakkan bulan suci. Berikut kami lampirkan konten promosinya.
Download file pdf via 4shared atau ziddu
Telp/Fax (024) - 7477405
Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Alhamdulillah, bulan Ramadhan akan segera tiba. Bulan yang spesial sebab Allah SWT melipatgandakan amal ibadah kita, sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Pada momentum ini, PKPU Semarang akan melaksanakan berbagai program untuk menyemarakkan bulan suci. Berikut kami lampirkan konten promosinya.
Download file pdf via 4shared atau ziddu
Kantor PKPU Semarang
Jl. Setiabudi No. 70 Semarang 50269 - IndonesiaTelp/Fax (024) - 7477405























