Prinsip ini bisa
dikembangkan ke dalam banyak bahasa, namun intinya tetap sama, yaitu
daya ungkit prioritas. Jika kita pandai memprioritaskan aktivitas kita,
maka akan mendapat lebih banyak produktivitas dengan jumlah waktu yang
lebih sedikit.
Dari hukum pareto ini, penulis akan menafsirkan makna yang berbeda, yaitu 80% bekerja untuk Alloh dan 20% aktivitas dunia, maksudnya adalah apabila kita totalitas bekerja untuk Alloh maka Alloh akan ganti menjadi berkali-kali lipat bahkan tak terhingga. Alloh maha pemilik segalanya, jika kita bekerja dengan ikhlas karena Alloh, ikhlas meminjamkan harta, pikiran dan tenaga kita, maka yakinlah Alloh akan membayar lebih mahal dari siapapun, dan balasan Alloh bisa langsung di dunia atau di akherat berupa surgaNya, yang kenikmatannya berkali-kali lipat dari kenikmatan duniawi.
( Alquran Surah Al Baqarah Ayat 245 )
( Alquran Surah Al Baqarah Ayat 245 )
Siapakah
yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan
hartanya di jalan Allah), MAKA ALLAH MELIPAT GANDAKAN PEMBAYARAN
KEPADANYA DENGAN LIPAT GANDA YANG BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan
melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
Sobat pemenang, dalam mengharapkan rejeki, cukup hanya Allohlah tempat kita berharap, bukan orang lain, lembaga ataupun perusahaan. mereka mungkin bisa membayarmu dengan gaji hingga ratusan juta, tapi Alloh yang memiliki alam semesta ini akan menggajimu lebih berkali-kali lipat,percayalah!.Untuk sobat pemenang yang saat ini bekerja mengabdikan diri kepada Alloh, jangan pernahlah kalian malu atau minder, meskipun saat ini kalian belum mendapatkan gaji yang kalian harapkan, tapi percayalah suatu saat nanti Alloh akan membalas atas semua pengabdianmu kepadaNya,entah langsung di dunia atau di akherat.
Orang cerdas adalah dia selalu memandang ke depan, dan yang mereka pandang adalah kehidupan akherat bukan dunia.kenapa 20% aktivitas dunia?.karena hidup dunia hanyalah sebentar, jika dalam menjalani kehidupan dunia ini kita lebih banyak lalainya, maka pasti di kehidupan akherat yang abadi, selamanya kita akan sengsara, namun jika dalam menjalani aktivitas dunia ini kita lebih banyak beramal sholeh untuk bekal kehidupan akherat, maka Insya Alloh, kita akan menikmati kenikmatan akherat di surgaNya. Untuk bekerja tentunya kita harus totalitas agar menjadi seorang yang expert (ahli dalam bidangnya), begitupula dalam bekerja kepada Alloh kita harus totalitas, jangan setengah-setengah. Kita bisa lihat teladan kita Rosululloh SAW dikuti para sahabat-sahabatnya hingga salafus sholeh. Mereka sangat totalitas dalam berdakwah. karena mereka haqul yakin atas semua balasan yang Alloh limpahkan kepada mereka kelak nanti.
sebagai renungan untuk kita semua:
Allah SWT berfirman, “Apakah manusia mengira bahwa mereka
dibiarkan saja mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedang mereka belum
diuji ? Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka,
maka sesungguhnya Allah mengetahui orang- orang yang benar dan
sesungguhnya Dia mengetahui orang- orang yang dusta.” (QS. Al-’Ankabuut:
2-3).
Bersambung...........
( di tulis oleh Pramudita Adi/ Pram Sang Pemenang)
You really make it seem really easy along with your
BalasHapuspresentation but I find this matter to be really one thing that
I believe I might by no means understand. It sort of feels too complicated and very extensive for me.
I am looking forward on your subsequent put up, I will
try to get the hang of it!
Here is my web site ... nwi